Banner 468 x 60px

 

Senin, 28 Oktober 2019

Sejarah

0 komentar

Memulai merintis usaha tahun 1997 dimetro lalu pada tahun 1998 sempat kolep karna kritis monitor para usahawan pada kolep karna harga baku melonjak tinggi,sekarang harga bahan 10.000 setelah kerusuhan Mei dijakarta dan yang membuat rugi kita sudah terlanjur menerima orderan dan tidak bias dibatalkan yang modal kemarin 10.000 dan ketika besok kita belanja harganya sudah dua kali lipat mau tidak mau kita menjual harga seperti biasa.Contoh pada waktu itu jual kaos SMP  konveksi 3.600 perbaju besok sudah naik lagi 7.500 dan terus naik.  untuk mehindari kerugian semaki besar usahapun dihentikan lalu dan sempat mengalami kebangkrutan dan menjual seluruh asetnya untuk kebutuhan hidup dan menyisahkan dua mesin jahit dan satu unit sepeda motor lalu motor dijual 4.500.000 untuk modal.Modal untuk pasang listrik 1.300.000 dan membayar bangunan karna masih ngontrakdan menyisahkan 500.000.  lalu pindah kekotabumi tahun 1999 lalu memulai merintis usaha lagi pada tahun 2000 dengan modal 500.000.
Karna bapak dan ibu mempunya banyak skill dan bapak berfikir jika kita ingin usaha maka pilih lah uasaha yang paling tepat adalah usaha konsutif karna dipakai dan dibutuhkan setiap hari.Walaupun usaha sekarang sudah mulai berkembang kendala yang paling besar adalah “SDM”karena warga sekitar tidak terlalu tertarik menjahit dan masih mempunyai banyak gengsi.

0 komentar:

Posting Komentar