Memulai merintis usaha tahun 1997 dimetro lalu pada tahun
1998 sempat kolep karna kritis monitor para usahawan pada kolep karna harga
baku melonjak tinggi,sekarang harga bahan 10.000 setelah kerusuhan Mei
dijakarta dan yang membuat rugi kita sudah terlanjur menerima orderan dan tidak
bias dibatalkan yang modal kemarin 10.000 dan ketika besok kita belanja
harganya sudah dua kali lipat mau tidak mau kita menjual harga seperti
biasa.Contoh pada waktu itu jual kaos SMP
konveksi 3.600 perbaju besok sudah naik lagi 7.500 dan terus naik. untuk mehindari kerugian semaki besar
usahapun dihentikan lalu dan sempat mengalami kebangkrutan dan menjual seluruh
asetnya untuk kebutuhan hidup dan menyisahkan dua mesin jahit dan satu unit
sepeda motor lalu motor dijual 4.500.000 untuk modal.Modal untuk pasang listrik
1.300.000 dan membayar bangunan karna masih ngontrakdan menyisahkan
500.000. lalu pindah kekotabumi tahun
1999 lalu memulai merintis usaha lagi pada tahun 2000 dengan modal 500.000.
Karna bapak dan ibu mempunya banyak skill dan
bapak berfikir jika kita ingin usaha maka pilih lah uasaha yang paling tepat
adalah usaha konsutif karna dipakai dan dibutuhkan setiap hari.Walaupun usaha
sekarang sudah mulai berkembang kendala yang paling besar adalah “SDM”karena
warga sekitar tidak terlalu tertarik menjahit dan masih mempunyai banyak
gengsi.
0 komentar:
Posting Komentar